Rabu, 27 Mei 2015

PORAK MAN 1 Bandung Agustus 2015

PORAK
                MAN 1 Bandung (27/05), hari ini dilakasanakan technical meeting yang diwakili oleh ketua murid seluruh kelas X dan XII mengenai lomba – lomba dan peraturan yang dijelaskan panitia dari OSIS. Lomba – lomba tersebut adalah ;
            1.         Futsal (CP : Taufik (XI-IPA D), Fahmi (X-D))
            2.         Badminton (CP : Iqbal (X-E), Anjari (X-K))
            3.         Voli (CP : M. Zamzam (X-F), Nurul K. (X-J)
            4.         Tarik Tambang (CP : Robby (XI-Agama A), Hesti (X-F))
            5.         Bakiak (CP : Mila (X-E), Natasha (X-C))
            6.         Mojang Jajaka ( CP : Aruni (XI-Agama B), Hendi (X-B))
            7.         Sajak Sunda (Euis (X-L), Ita (X-L))
            8.         Dodgeball (CP: Fitri K( X-L), Thareq (X-D))
            9.         Congklak (CP : Lia (X-L), Rima)
          10.        Padus (CP : Gina (XI-IPS A), Rini(XI-IPA A))

Porak akan dilaksanakan 3 hari 12, 13, 15 Agustus 2015.
*sewaktu – waktu ketetuan berubah


Selasa, 26 Mei 2015

Pendidikan Bermutu Di Finlandia

“Pernahkah teman-teman mengeluh, KBM sekolah kita terlalu lama ?”
Lama KBM (perhari) di sekolah di Indonesia  adalah salah satu waktu KBM yang lama di Dunia. (Coba cari perbandingan KBM dengan negara tetangga (ASEAN), dan Finlandia)
Kita juga masih disibukkan dengan UTS dan UAS yang dilaksanakan satu minggu serta PR  yang banyak. Menurut saya, kadang hal ini dapat membuat  pelaksanaan belajar mengajar  tidak efektif. Buktinya, kebanyakan murid kini banyak yang terkesan hanya ingin mengejar nilai tinggi bukan ilmu yang tinggi.
Pendidikan Bermutu, Pendidikan Impian
Pendidikan yang baik secara sarana prasarana dan berkualitas untuk menghasilkan murid-murid cerdas secara intelektual serta emosi adalah impian semua orang. Selain itu, sekolah tanpa PR menjadi sekolah impian untuk kebanyakan murid sekolah dasar dan menengah. Apalagi tanpa UAS dan UTS, mungkin anak-anak muda berduyun-duyun ingin pergi ke Sekolah. Tahukah kamu Negara yang menerapkan sekolah tanpa PR dan KBM (perhari) hanya 5 jam?  Itulah Negara yang mendapat sanjungan karena memiliki sistem pendidikan terbaik dan murid terpintar, Finlandia.
Pelajar di Finlandia  mendapatkan waktu istirahat 3x lebih lama dari negara lain. Efektifitas pelaksanaan belajar mengajar terlihat dari waktu belajar ini. Meski hanya 45 menit dan istirahat 15 menit, tapi sukses membuat pelajar Finlandia mendapat ilmu yang optimal dalam sehari di sekolah. Waktu istirahat pun diisi dengan makan siang bersama di kafetaria secara gratis. Kelebihan lainnya, pelajar di Finlandia pun bisa memilih pelajaran-pelajaran yang ingin mereka perdalam. Guru-guru di Finlandia pun mendapat standar pendidikan yang tinggi secara gratis atau dibiayai oleh pemerintah. Pekerjaan menjadi guru pun menjadi pekerjaan dengan gaji tertinggi kedua di Finlandia. Hal lain yang mengagumkan dengan pendidikan di Finlandia yaitu tidak ada UAS/UTS yang full satu minggu, tidak ada juga sistem peringkat kelas di Finlandia. Para guru punya mainset bahwa murid-murid di Finlandia pintar-pintar, tidak ada yang bodoh.
Pendidikan Kita, Indonesia Bisa ?
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan sistem pendukung, semisal kebijakan pemerintah. Butuh kebijakan pemerintah yang saling bersinergi untuk membangun pendidikan. Pendidikan tidak boleh dilihat sebagai pasar, sehingga biayanya malah semakain mahal setiap tahunnya. Dukungan terhadap tunjangan gaji guru pun harus sangat diperhatikan oleh negara. Karena dari beliau-beliau lah kita mendapatkan pengajaran. Hal ini tentu belum cukup, harus ditambah lingkungan sosial yang mendukung pendidikan, jauh dari tontonan yang buruk, pengaruh yang menyesatkan. Yang kesemuanya kini, mirisnya meniadakan aturan Allah dalam keberlangsungannya.
Maka dari itu, sebagai generasi penerus bangsa, kita harus sama-sama membangun Negara ini, membangun pendidikan yang berkualitas untuk kemajuan Negara tercinta. Pendidikan di Negara kita ini sedang dalam proses jadi jangan mengeluh dengan sistem pendidikan di Negara kita. Mulailah dengan disiplin dan bersungguh-sungguh dari diri kita sendiri untuk membangun hal yang besar. Yuk sadari masalahnya, mari kita kembali ke aturan Allah untuk mendapatkan keridhoan dan kesejahteraan dalam hidup di dunia, dan kelak di akhirat. Aamiin !

                                                                                                          KJS MAN 1 BANDUNG



15

15

            Hari Jum’at, 15 Mei 2015.. sekitar jam 5 petang, aku menulis kisah hororku, aku mengalami sebuah kisah yang tak pernah ku duga sebelumnya. Tapi, agar jelas akan ku ceritakan pada kalian semuanya dari awal..
            Hari Jum’at, 15 Mei 2015.. pada pagi hari yang terasa dingin ini, aku berjalan menelusuri rumah demi rumah untuk tiba di sekolah. Nama ku Remifa umur 15 tahun, aku baru masuk sekolah di pertengahan semester 1. Aku bukan nakal atau sejenisnya, aku tak masuk sekolah selama itu karena aku mengalami koma, tepatnya aku tertabrak oleh truk besar.. dan aku melupakan sebagian memori yang telah aku alami selama 15 tahun kebelakang, khusunya hari disaat aku tertabrak, aku benar-benar melupakan. Entah kenapa dan entah karena apa, dimulai saat aku membuka mata dari komaku, aku merasakan sesuatu yang janggal, aku seperti bisa melihat hal-hal ghaib disekitarku. Aku bersyukur karena aku tidak melihat hal ghaib tadi dengan sangat jelas.
            Aku kelas X-B, ya benar! Aku anak SMA. Sebelumnya aku masuk sekolah ini hanya untuk mengikuti ospek, dan orang tua ku bilang bahwa hari terakhir  ospek adalah hari dimana aku tertabrak, aku benar-benar penasaran. Aku duduk di barisan keempat, semuanya ada lima baris, memakai kursi dengan kursi dan mejanya menyatu. Bel masuk berdering, aku memulai perkenalan dan sepertinya semua orang menjauhiku. Pelajaran pun dimulai, dibelakangku ada bangku yang kosong.
            Saat istirahat..  tiba-tiba bangku kosong yang ada di belakang ku ini berisikan seorang siswi.. “a..ada apa ini?” apa yang kulihat ini hal ghaib?. Siswi itu mengenakan baju SMP, memakai papan nama besar yang melingkar dilehernya, memakai tas gendong yang terbuat dari kardus, dan juga topi sarjana yang terbuat dari kertas karton. Yang ia pakai sekarang, sama dengan yang aku pakai waktu ospek beberapa bulan lalu. Biasanya aku tak semerinding dan tak setakut ini saat memilhat ‘sesuatu’ yang ghaib, dia tersenyum kearah ku, senyuman itu.. senyuman itu.. rasanya aku pernah melihatnya, tapi dimana? Dimana?
            “Hai! Re..mi..fa..” ucapnya dengan senyuman yang sangat seram, aku berdiri seketika itu “Aaaaa!” dan menjerit keras, lalu dengan tubuh yang gemetaran aku berlari kencang keluar.
            Sayang sekali, wali kelas dan guru yang lain tidak mempercayai kata-kataku, bahkan aku ditertawakan oleh teman-teman yang ada di kelasku yang lebih parah lagi mereka menyebutku “Orang gila”

            Sekarang jam pulang sekolah pun tiba. Asal kalian tahun, saat jam sesudah istirahat sampai pulang sekolah anak perempuan tadi tetap berada di bangku belakang. Aku takut,  benar-benar takut.. tapi entah mengapa sekarang, pada saat ini aku penasaran terhadap anak tadi. Dengan segenap ketakutan ini aku memberanikan diri kembali ke kelas, dan benar saja dugaanku. Anak perempuan tadi masih ada disana, masih duduk dibangku belakang.. di dalam kelas X-B, kelas yang sepi dan gelap
            “Si.. siapa kau?” aku memberanikan diri, dia menatapku, ‘’Ke.. kenapa..ka..kau tahu namaku?’’ tubuhku bergetar, untuk berkata-kata saja sangat sulit. Dia tetap menatapku, tiba-tiba saja dia berdiri melangkah ke arahku seraya berkata ‘’Lima belas..’’ dan melewatiku begitu saja, lalu berlari, aku pun mengejarnya
            ‘’Hei! Tunggu!’’ anak perempuan itu terus berlari sambil tertawa keras, ‘’Hei!’’ aku terus mengejarnya, aneh.. ini aneh, ini sungguh aneh!
            Setelah cukup lama aku mengejarnya, akhirnya dia pun berhenti di pinggir jalan. Di pinggir sebuah jalan yang besar, aku dan dia saling berhadapan. “Ha..e..ha..a..ha..” aku masih terengah-engah
            “Siapa kau?!” aku tak perduli dengan orang-orang disekitarku yang menganggapku bicara sendiri. Dia terus saja tersenyum, aku seperti pernah bertemu dengannya, tapi dimana? Dan kapan? Tapi saat ini dia hanyalah sebagian dari halusinasiku, atau mungkin benar-benar hantu.
            “Hehe..” dia malah tertawa, dan ini benar-benar seram
            “Jawab pertanyaanku!!” aku kehabisan kesabaran “Kau siapa?! Kenapa kau tahu namaku?! Kenapa hanya aku yang bisa melihatmu?! Kenapa?! Siapa kau sebenarnya?!..” hawa seram yang aku rasakan dari anak perempuan itu telah menghilang, kini senyuman yang ia ukir terlihat begitu ramah bagiku. Dia menunjuk ke jalan sambil berkata “Li.. lima belas.. li..lima.. belas..” suaranya terdengar parau, seperti.. dia sedang menahan air matanya
            “Lima belas Juli.. Re,, mi,, fa,,” ..aku..aku mengerti sekarang..
            ‘’Fa.. Farah.. apa itu kau?’’ sosok hantu itu mengangguk.. aku pun mengingat semuanya, aku mengingat jelas kejadian waktu aku tertabrak. Memori tragi situ menghampiri kepalaku..
            “Remifa, biar aku antar..”
            “Tidak apa-apa Farah, aku bisa menyeberang sendiri, jangan khawatirkan aku!”
            “Tapi..”
            “Sudah ya.. dah! Sampai bertemu nanti kawanku!” pada waktu itu tanpa melihat kanan dan kiri, aku langsung berlari ke seberang jalan, tanpa aku sadari truk besar dengan kecepatan tinggi ada di hadapanku. Tapi Farah terlalu baik, dia berlari mendorongku, dan Farahlah yang tertabrak truk besar itu hingga terpental jauh. Sedangkan aku ditabrak oleh mobil yang berlawanan arah, dan seingatku kepalaku terbentur keras dengan batu setelah aku tertabrak.. kini aku mengerti, aku ingat semua, jadi selama ini keluargaku tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi.
            “Farah..” tiba-tiba kepalaku pusing. Sesosok hantu itu, sahabat pertamaku di SMA, ia meneteskan air mata sambil tersenyum dan “Jangan lupakan aku lagi ya! Remifa..” dia menangis tersedu-sedu, “Farah.. ma.. maafka,,” keseimbangan tubuhku tumbang.. benar! Aku tak sadarkan diri
            Aku terbangun, aku terbaring di kasur kamarku, “Farah.. selama ini aku melupakanmu..” air mataku berjatuhan. Aku mengambil buku diary ku dan mulai menulis
            ‘’Hari Jum’at, 15 Mei 2015.. Sekitar pukul 5 petang.. aku mengalami sebuah kisah yang tak pernah kuduga sebelumnya..’’ sambil menulis masa-masa ospek yang kulalui bersama Farah tergambar jelas dalam ingatanku, kenangan indah yang sempat ku lupakan, sambil menulis aku tak berhenti menangis.. ‘’.. Sahabatku Farah, mendatangiku dan mengingatkanku agar.. he,,ha,,a..agar.. tak lupa padanya.. lagi..he..a..a..” aku tak kuasa menahan isak tangis, “Maaf.. maaf.. maafkan aku.. MAAF!!”

~15 Juli-15 Mei~
THE END

De Javu

De Javu
 


Bosan. Itulah yang aku rasakan saat ini. Bagaimana tidak? Ayah dan ibuku sedang pergi ke luar kota tanpa memberi tahuku. Dan aku hanya berdua saja dengan pembantuku di rumah. Apalagi aku adalah anak tunggal, jadi aku selalu merasa sepi.
Siang ini Udara begitu dingin, karena sudah satu jam hujan belum reda juga. Dan itu membuat ku ngantuk. Tapi aku tidak boleh mengantuk, karena banyak tugas yang harus aku selesaikan. Apalagi besok hari senin. Saat aku mengerjakan tugas, tiba tiba pulpen ku habis. Aku lihat di cepuk, ternyata tak ada pulpen. Yasudah aku akan ambil lagi persediaan pulpen di kamar. Aku pun berdiri, saat aku akan berjalan, aku tak sengaja menginjak serutan dan aku jatuh. Huh aku jadi malas ambil pulpennya dan males mengerjakan tugas.
Badanku merasa sangat pegal ditambah aku lapar dan haus. “ Bibiiiiiii, tolong ambilkan minum dan cemilan” ucapku dengan keras dan aku kembali mengerjakan tugas.
Aku semakin lapar dan haus. Kenapa bibi belum mengantarkan makanan juga ya? Apa dia sedang ke pasar? Tapi, rasanya gak mungkin, kalau dia ke pasar pasti akan beritahu aku. Atau dia malah memasak makanan? Huh, padahal aku minta cemilan dan minum, kenapa lama sekali. ku panggil lagi dia, tapi dia tidak menjawab. Kalau aku tidak sibuk, aku juga tidak akan menyuruhnya. Aku panggil dia sekali lagi, tapi dia tidak menjawab juga. Aku penasaran, yasudah aku pergi ke dapur.
Saat aku akan membuka pintu dapur, aku merasa ada seseorang di belakangku. Lalu aku liat ke belakangku, tapi tidak ada apa apa. Atau itu hanya perasaanku saja? Aku jadi merinding. Aku membuka pintunya dan di dapur tidak ada siapa siapa. Yasudah aku balik lagi ngerjain tugas.
Waktu aku sampe ke ruang belajar, makanan dan minuman yang aku pesan  sudah ada di sana ditambah buku buku tertata rapi. Anehnya makanan itu di tutupi tudung saji seperti di lestoran. Aku jadi bingung begini. Yasudahlah, aku makan saja dulu. Saat ku buka tudung sajinya tiba tiba badanku jadi kaku. Bagaimana tidak kaku, isi tudung saji itu adalah dua otak dengan darah diatasnya dan ada dua potong tulang rusuk, sepertinya itu adalah sumpitnya. Aku ambil gelas disisi otak itu, aku buka tutupnya. Dan ternyata itu adalah darah. Yaampun apa yang terjadi? Aku sangat takut! Lalu bibi datang dengan membawa kedua tangannya di belakang. Dan dia mengatakan “siapa selanjutnya?”, “ a..apa yang terjadi?” tanya ku dengan suara ketakutan. “oh jadi kau ingin jadi yang selanjutnya?” ucapnya dengan mengangkat tangannya yang memegang pisau yang berlumuran darah. Tiba tiba dia mendekatiku. Langsung saja aku lari ke luar, tapi pintunya di kunci. Tapi anehnya dia tidak mengejarku. Yasudah aku keluar lewat pintu dapur, saat aku membalik badan, bibi langsung menancapkan pisau ke arahku, tapi untungnya itu tidak kena. Aku langsung lari ke kamar ayah dan ibu. Aku langsung mengumpat di dalam lemari.
Huh, aku rasa aku lolos dari kejaran bibi. Aku sangat takut. Ngomong ngomong, lemarinya terasa sempit ya? Aku keluar dari lemari itu dan tiba tiba mayat ayah dan ibuku keluar dari lemari itu dengan kondisi mengenaskan. Aku bingung sekali! tiba tiba ada yang membuka pintu dan ternyata itu bibi  Bibi terus mendekat padaku. Kali ini aku tak bisa lari. Tiba tiba bibi menyodorkan pisau kearah ku. “AAAAAAAAAAAAAAAAA!”
Ini aneh, kenapa tidak terjadi apa apa? Tiba tiba aku malah terduduk di ruang belajar dengan semua buku berantakan. Huh, sepertinya aku bermimpi tadi. Yasudah, aku kembali mengerjakan tugas. Tak lama, pulpen ku tiba tiba habis. Lalu aku lihat tempat pensil, dan ternyata tak ada pulpen. Aku harus mengambil persediaan pulpen di kamar. Aku langsung berdiri. Tunggu... rasanya aku pernah mengalami ini, tapi kapan ya? Ah ya sudahlah.

The end

Selasa, 19 Mei 2015

Bahasa Gaul

Sudah tidak asing bagi kita sebagai kawula muda Indonesia mendengar dan bahkan menggunakan bahasa “gaul”.  Bahasa gaul merupakan bahasa tidak baku yang sering kali di gunakan oleh anak anak muda. Alih alih menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebagian dari pelajar atau anak muda sering menulis kata kata yang sulit dimengerti  dan sulit dipahami.
Bahasa Indonesia, sebagai alat pemersatu bangsa merupakan alat komunikasi yang sehari – hari digunakan oleh masyarakat, bahasa ini juga bukan sembarang bahasa, bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Selain itu,  anak anak muda sangat kreatif dan imajinatif dalam mengfungsikan bahasa sebagai seni, seperti  membuat  sajak yang memiliki arti dalam dan indah, membuat lirik lagu yang sarat dengan makna, membuat cerpen inspiratif, dan lain lain, tetapi disisi lain mereka pun senang menulis singkatan atau plesetan seperti kata “keles” “kamseupay” “kepo” “bingitsz” dan sebagainya yang merupakan kata tidak baku yang kurang tepat dan sering disebut  gaul oleh mereka. Adapun bahasa alay yang dipadupadankan dengan huruf besar dan angka seperti “chAma chama y” “ Aq chynx chahabatt” dan “Aq 4 u tax phernahh chakitt” sama sekali pusing untuk dibaca dan tak enak untuk didengar,  sebagian anak muda juga suka berbicara alay atau berlebihan . Fenomena yang baru dan lucu didengar adalah kata “cabe-cabean”,  cabe sendiri adalah buah yang rasanya pedas dan memiliki cita rasa tinggi, tetapi kata “ cabe-cabean” saat ini adalah gadis berpakaian minim yang biasanya bermesraan dengan pembalap motor liar di tempat umum.  Ada juga “terong-terongan” dan masih banyak lagi, sungguh prihatin dengan bahasa anak muda di zaman modern ini, tapi itulah warna bahasa, jika tak ada kata-kata seperti itu, bahasa tidak akan menarik dan lucu untuk dibicarakan ataupun ditertawakan.
Maka dari itu pendidikan dalam bahasa itu penting dan menjadi hal yang sangat berguna bila dipelajari, karena sesungguhnya dengan menggunakan bahasa yang baik, kita turuk melestarikan bahasa Indonesia. Kesimpulannya belajarlah bahasa dengan baik dan benar dimanapun karena tiap kata atau kalimat  yang kita pahami bisa menjadi ilmu yang bermanfaat baik  saat ini ataupun dimasa yang akan datang.
                                                                                               
                                                                                    Ahmad Syaeful 
                                                                                   MAN 1 BANDUNG



Peringatan Isra' Mi'raj



Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandung, menggelar peringatan Isra’ Mi’raj yang bertempat diLapangan MAN 1 Bandung, Senin (18/05/2015). Acara ini dilaksanakan pada pagi hari yang melibatkan seluruh warga MAN 1 Bandung.

Acara dibuka dengan penampilan Hadroh dari kelas XI Agama B. Dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Herdi, serta sambutan dari Kepala Sekolah, Drs.H.Awaludin Hamzah, M.Ag.

Ceramah agama seputar Isra’ Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW disampaikan oleh KH. Dr. Abdul Hamid. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan sejarah Isra’ Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW dan mengajak kepada seluruh warga MAN 1 Bandung untuk memaknai Isra’ Mi’raj dengan ketaatan beribadah. Beliau juga mengajak pada siswa/i MAN 1 Bandung untuk beribadah dengan pondasi iman yang kuat dan tidak menyia-nyiakan masa muda.

Peringatan Isra’ Mi’raj ditutup dengan pembacaan do’a. Dan sebelum acara berakhir, Iqbal Sutansyah siswa MAN 1 Bandung, menyanyikan lagu Nasyid yang berjudul “Muhasabah Cinta”, lirik yang penuh makna dan suara yang merdu mampu menghipnotis warga MAN 1 Bandung menjadi histeris dan penuh haru.

DIBALIK HUJAN



DIBALIK HUJAN

Hujan pun turun membasahi tubuhku, aku bahkan tidak tahu apa yang hendak akan aku lakukan. Kini aku hanya terdiam membisu merenung dan berkaca tentang diriku memutar lamunan berulang ulang sambil melihat—lihat keadaan semua orang yang berlari kesana kemari mencari tempat perlindungan. Entah mengapa aku senang tentram dan merasa nyaman berada ditengah hujan sebagai anugerahNya, ya ini aku akui hal yang konyol.
“aaaaaa” Teriaku dengan membentangkan kedua tangan yang kini mulai membeku. Ingin rasanya aku mengeluarkan segala beban dalam benakku. Mentari mulai menghapuskan gemericik hujan yang mulai mereda. Dan siap menerangi sang dewi bumi, kicauan burung terdengar dimana-mana, bersorak sorak seakan bahagia menyambut mentari yang indah. Aku putuskan untuk secepatnya kembali kerumah. Bukan karena aku rindu akan suasana rumah, bahkan mengingat rumah saja amat sangat memuakan sangat membosankan dan sangat melelahkan. Karena hari-hariku ini selalu aku lewatkan dengan sendiri dan hanya ditemani si Mbok. Mungkin sendiri lebih baik. Tapi tak pernahkah mereka memikirkan anaknya yang haus akan kasih sayang. Mereka hanya sibuk sendiri dengan pekerjaannya.
Sesampai didepan rumah ingin rasanya diriku disambut kasih sayang kedua orangtua. Namun pupus sudah harapanku itu amat sangat mustahil. Bukan ketenangan yang aku dapatkan melainkan kegaduhan dan kekacauan. Aku tidak habis fikir apa yang membuat segerombolan polisi sedang berjaga didepan rumah dan kerumunan tetangga yang memenuhi halaman dan pagar depan rumah berteriak dengan keras seperti melihat pertunjukan panggung saja. Apa yang terjadi? Adakah kejahatan? Untaian tanya yang bergulir dalam hati dan benakku.
Akupun melangkahkan kakiku sedikit demi sedikit diantara sesaknya jalan menuju pintu rumah. Terlihat tangisan adik yang lirih, dan terdengartangisan dan jeritan suara ibu yang membuat hatiku tiba-tiba terasa terombang-ambing. Aku hampiri ayah yang tanggannya terbelenggu pertanda bahwa ayah layaknya penjahat yang biasa aku tonton ditelevisi. Tepat didepan wajahnya terlihat guratan-guratan keriput tanda lelah dan matanya yang berkaca-kaca menatap wajahku. “Ada apa Ayah? Ada apa?” Tanyaku dengan sesak didada. “Maafkan Ayah, ayah belum bisa menjadi sosok Bapak yang baik untuk Ratih.” Katanya. Air mata yang terbendung dihatiku ini kini mengalir deras membasahi pipi. Ternyata ayahku sendiri yang aku banggakan yang selalu aku rindukan kini menjadi tikus yang menggerogoti apa yang bukan ia miliki. Kepergian Ayah diiringi dengan hujan yang turun bersama air matanya yang penuh rasa berdosa.
Waktu menyempurnakan segalanya. Memburai, mengacak, juga menatanya kembali. Tidak ada yang abadi. Juga dirumah megahku itu. Dulu ada empat kepala, empat mulut, empat perut dirumah ini. Semua telah berubah semenjak Ayah meninggalkan jejak duka dan aib bagi keluarga. Dimataku Ayah tetaplah Ayah yang selalu aku banggakan, walau ia sedang meratap dosanya dibalik jeruji besi, tak terbesit sedikitpun rasa malu yang aku rasakan. Kini aku hanya bisa mengalirkan do’a-do’aku untuk  Ayah kepada Tuhan Yang Maha Kasih. Waktupun bergulir cepat Aku mulai merasakan keganjalan dalam hidupku yang seperti ini berharap kebahagiaan akan dating kepadaku dan keluargaku pada saat yang aku nantikan.