Selasa, 19 Mei 2015

Bahasa Gaul

Sudah tidak asing bagi kita sebagai kawula muda Indonesia mendengar dan bahkan menggunakan bahasa “gaul”.  Bahasa gaul merupakan bahasa tidak baku yang sering kali di gunakan oleh anak anak muda. Alih alih menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebagian dari pelajar atau anak muda sering menulis kata kata yang sulit dimengerti  dan sulit dipahami.
Bahasa Indonesia, sebagai alat pemersatu bangsa merupakan alat komunikasi yang sehari – hari digunakan oleh masyarakat, bahasa ini juga bukan sembarang bahasa, bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Selain itu,  anak anak muda sangat kreatif dan imajinatif dalam mengfungsikan bahasa sebagai seni, seperti  membuat  sajak yang memiliki arti dalam dan indah, membuat lirik lagu yang sarat dengan makna, membuat cerpen inspiratif, dan lain lain, tetapi disisi lain mereka pun senang menulis singkatan atau plesetan seperti kata “keles” “kamseupay” “kepo” “bingitsz” dan sebagainya yang merupakan kata tidak baku yang kurang tepat dan sering disebut  gaul oleh mereka. Adapun bahasa alay yang dipadupadankan dengan huruf besar dan angka seperti “chAma chama y” “ Aq chynx chahabatt” dan “Aq 4 u tax phernahh chakitt” sama sekali pusing untuk dibaca dan tak enak untuk didengar,  sebagian anak muda juga suka berbicara alay atau berlebihan . Fenomena yang baru dan lucu didengar adalah kata “cabe-cabean”,  cabe sendiri adalah buah yang rasanya pedas dan memiliki cita rasa tinggi, tetapi kata “ cabe-cabean” saat ini adalah gadis berpakaian minim yang biasanya bermesraan dengan pembalap motor liar di tempat umum.  Ada juga “terong-terongan” dan masih banyak lagi, sungguh prihatin dengan bahasa anak muda di zaman modern ini, tapi itulah warna bahasa, jika tak ada kata-kata seperti itu, bahasa tidak akan menarik dan lucu untuk dibicarakan ataupun ditertawakan.
Maka dari itu pendidikan dalam bahasa itu penting dan menjadi hal yang sangat berguna bila dipelajari, karena sesungguhnya dengan menggunakan bahasa yang baik, kita turuk melestarikan bahasa Indonesia. Kesimpulannya belajarlah bahasa dengan baik dan benar dimanapun karena tiap kata atau kalimat  yang kita pahami bisa menjadi ilmu yang bermanfaat baik  saat ini ataupun dimasa yang akan datang.
                                                                                               
                                                                                    Ahmad Syaeful 
                                                                                   MAN 1 BANDUNG



0 komentar: